Dalam sambutannya, Menteri Agama menyampaikan bahwa haul bukanlah upaya untuk mengkultuskan tapi sebagai sarana untuk meneladani para kiai. Selain itu juga untuk mendoakan mereka.
"Bukan untuk Mengkultuskan, tapi untuk meneladani," ujarnya.
![]() |
| Menteri Agama tengah memberikan sambutan Dokumentasi Ahmad Rofahan |
Haul Buntet Pesantren dimulai sekitar 106 tahun yang lalu, menurut keterangan dari K.H. Adib Rofiuddin. Saat itu, K.H. Abdul Jamil pertama kali menghauli ayahandanya, K.H. Mutaad. Beliau menghauli ayahnya itu empat kali.
"Pertama kali Haul Buntet adalah ketika K.H. Abdul Jamil menghauli K.H. Mutaad. Sekitar 106 tahun dan beliau menghauli 4 kali," tutur Kiai Adib dalam sambutannya sebagai Ketua YLPI Buntet Pesantren.
Sepeninggal beliau, haul dilanjutkan oleh putranya K.H. Abbas dibantu dengan adik-adiknya K.H. Anas, K.H. Ilyas, K.H. Akyas dan K.H. Ahmad Zahid. Dan sampai saat ini, haul tetap dan akan terus dilestarikan sebagai tradisi Buntet Pesantren.
![]() |
| KH. Adib Rofiuddin Izza tengah memberikan sambutan Dokumentasi Ahmad Rofahan |



Alhamdulillah. ...teladan
BalasHapusAlhamdulillah. ...teladan
BalasHapusPosting Komentar